we are Cingu`ya

we are Cingu`ya

Kamis, 15 Mei 2014

Novel : HOW ABOUT YOU ( please dont re-upload ) TT


this is my Karangan...

cast


     Yang Yo Seob

 Yoon Ji Hyun
  Yoon Do Joon
     Yong Jun Hyung

 Son Dong Woon

“ selamat membaca “

~^_^~

Pagi dengan matahari bersinar cerah seolah tersenyum lebar menatap hari yang panjang di muka bumi. Jalan sudah sedikit sunyi dari keramaian anak sekolah tertinggal beberapa dari mereka yang terlihat raut wajah kusut dan berantakan dan beberapa orang yang terlihat rapi dengan jasnya siap menuju ke kantor untuk bekerja memenuhi kebutuhan hari biasanya. Suasana jalan menjadi ramai dengan suara dering bel sepeda yang terus berdering membuat orang-orang di jalan tersebut berhamburan, itu adalah Yoon Ji hyun. Seperti biasa di setiap minggunya dia akan terlambat ke sekolah, dengan semangat berapi-api Ji Hyun memacu sepedanya dengan tak karuan. Di pikirannya yang ada hanya tayangan Film yang ditontonya semalaman sehingga membuatnya tak tenang tidur memikirkan akhir dari ceritanya.
Tepat di depan gerbang sekolah Ji Hyun menghentikan sepedanya yang hampir saja menabrak pagar sekolah tersebut.
“ Ayolah… jangan hari ini ? Aku sedang tidak serius “ ( seru Ji Hyun pelan sambil menggigit bibirnya dan menatap pintu gerbang yang telah tertutup rapat di hadapannya )
Tanpa piker panjang Ji hyun memutar balik sepedanya dan mengambil jalan sebalikya. Kini Ji Hyun bertemu sebuah tembok pagar yang tinggi tepat di belakang semak belukar yang membuat rambutnya bagai sarang burung dengan dedaunan diatasnya. Ji Hyun langsung saja memanjat pagar tersebut dan akhirnya tanpa susah payah dia telah berada di kelasnya.
Baru saja Ji Hyun meletakkan tas diatas mejanya, Guru Lee tiba-tiba masuk mengisi pelajarannya. Matematika adalah pelajaran kesukaan Ji Hyun, tapi tidak untuk kali ini, ia merasa lelah dan mengantuk apalagi ia melewatkan sarapan paginya karena ia bangun terlambat hanya karena menonton film yang ternyata akhirnya tidak memuaskan bagi Ji Hyun. Memikirkan hal tersebut membuat Ji Hyun semakin mengantuk saja. Di tatap wajah sahabatnya Min Ji yang berbinar-binar dengan blossh on yang membuat pipi chubynya ingin di cubit Ji hyun.
“ Kau jangan pernah memberiku sesuatu yang tidak berguna lagi “ ( seru Ji hyun kepada sahabat sebangkunya itu yang sedang serius mengikuti pelajaran matematika )
“ Apa ? Blossh on ini baru aku beli kemarin… Kau mau ? (balas Min Ji  dengan sedikit pelan)
“ (  Membanting kepalanya di meja ) “
“ ( min ji menulis sesuatu di kertas dan memberikannya pada Ji Hyun ) “
“ hari ini Pak Lee memakai pakaian Cassual kesukaanku… dia terus menatapku… mungkin karena blossh on dan lipbloom baru ini “ dengan SMILLE lebar di akhir tulisannya.
“ ( Ji Hyun mencubit pahanya sendiri ) Kau… nikmati saja harimu !!! “ seru Ji hyun menahan emosi
Tiba-tiba nama Ji hyun disebut oleh Pak Lee
“ Yoon Ji Hyun… maju kedepan dan selesaikan soal ini ! “ seru Pak Lee dengan senyum manisnya membuat siswanya angkat tangan ingin menyelesaikan soal tersebut.
Sebenarnya Ji Hyun telah paham akan penyelesaian dari soal tersebut namun ia dengan sengaja membuat pengecualian untuk hari ini, untuk mempersingkat waktu pengajaran Pak Lee ia dengan suka rela mengatakan tak bisa menjawab hingga akhir dan alhasil Ji hyun kini berada di luar kelas.

#@$%^&*

“ Hey…. Bangun…. ( seseorang membangunkan Ji hyun yang tertidur di sebuah ayunan belakang kelasnya )
( Ji hyun tak peduli )
“ Kau di panggil ke kantor Ibu Park ! Sepertinya kau melewati pagar lagi, padahal aku telah memberitahumu bahwa ada CCTv di setiap sudutnya, tapi kau tidak menghiraukan kebaikanku…” ( Seru Son Dong Woon kepada Ji hyun yang masih menutup matanya )
“ Baiklah…. Terimaksih…! ( seru Ji hyun dengan santainya dan bangkit dari duduknya kemudian pergi begitu saja )
“ Dia bahkan tak membuka matanya di hadapanku ! :P “ gumam Dong Woon sambil ikut berjalan mengikuti Ji hyun pergi
Dengan santainya ji hyun berjalan menuju ruangan Ibu Park kepala sekolah Dong San. Ia telah menyiapkan telinganya dengan mengikat rambutnya yang panjang dengan gelang karet yang selalu dibawanya. Tepat di belakang Ji hyun Dong woon terus mengamati  tingkah Ji hyun tersebut seolah berbicara bahwa ia tidak takut kepada siapapun dan mengatakan bahwa “ jangan ganggu hidupku “. Begitulah bayangan Dong woon tersenyum nakal.
“ Kau… berhenti di situ…! ( seru Ji hyun kearah Dong woon )
“ Apa ? balas Dong woon yang tersadar dari khayalnya
Ji hyun memandangi Dong woon dengan sinisnya.
“ Aku hanya memastikan kau sampai pada Ibu Park …. “ seru Dong woon memberi  alas an.
Tanpa berkata apapun Ji hyun langsung berbalik dan melangkah membuka pintu yang bertuliskan Ruangan Kepala Sekolah.
“ Baik… Kau adalah pria posesif Son Dong Woon ! gumam Dong woon menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak terasa gatal.
Disaat itu Yo Seop datang dengan santainya mengikut Dong woon.
“ Aiish… hari ini adalah hari aku akan terkena serangan jantung ! gumam Dong woon.
“ Apaa ? “ seru Yoseop
“ Ayolah.. kenapa kau tidak masuk kelas tadi ? dan penampilanmu telah menjawabnya… !! “ seru Dong woon lagi mengalihkan pembicaraan sambil menatap penampilan Yoseop yang bukannya memakai seragam malah memakai pakaian santainya.
“ Aku sedang tak ingin masuk kelas ! “ seru Yoseop santai.
“ baiklah… kau kesini hanya untuk bilang padaku bahwa kau ingin aku member izin di absenmu ?!! “ jelas dong woon panjang lebar.
“ Ya.. bisa jadi.. !! seru Yoseob.
“ Baik…!! Sampai jumpa ! seru dong woon santai.
“ Beri aku izin 3 hari… hari ini aku harus ke Jepang…!! “
“ Perjalanan bisnis ? “ tebak dong woon.
“ Bukan… ini tentang relokasi studio latihan…!! Jelas Yoseop.
“ Samasaja…..! Apa Ibumu tidak salah memilih ahli warisnya ? seru Dong woon.
“ Kau….!!!!! Seru Yoseop.
“ Baiklah bawakan aku Yukata Jepang….!!
“ O.K…!! ( tersenyum manis )
“ Kau tersenyum seperti itu lagi ! gumam Dong woon.
“ Apa ? Kau iri ? merasa tersaingi ? ( seru Yoseop sambil memasang Aegyo jurus andalannya )
“ Astaga… Hyung~ ingat umur…….!!! Seru Dong woon sambil melangkah secepat kilat berjalan pergi meninggalkan Yoseop.
“ Kau….. Dasar anak bayi….!!! Teriak Yoseop sepanjang teras-teras kelas sehingga wajah dong woon menjadi memerah.
“ Hyung……… Kau mau ikut Yoon Ji hyun masuk keruang Kepala Sekolah ? seru Dong woon di ujung teleponnya.
“ Kau mengejekku ?? seru Yoseop mematikan ponselnya.
“ Mengapa ia harus menyebut nama Yoon Ji hyun ? seru Yoseop sambil segera beranjak dari tempatnya dan pergi begitu saja.
Tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk di ponsel Yoseop.
“ Aku memberimu izin seminggu hyung~…..!!! “
“ Anak ini….! Gumam Yoseop.
Yoseop segera berjalan keluar dari lingkungan sekolah dengan santainya dia berjalan di tengah-tengah siswa siswi yang memandanginya seolah menghirup semua pesona Yoseop yang tak ada habisnya. Dia adalah Yang Yoseop pewaris tunggal Grup Yang serta murid yang terkenal dengan kenakalannya bagi guru-guru dan pesonanya di kalangan teman-temannya. Dia tidak memiliki wajah yang terlalu manis atau tampan tapi Baby Face tepatnya setiap yang melihatnya tak akan lupa dengan pesona wajahnya setiap kali ia berbicara bahkan sedang diam dan cemberut. Disamping sifat pendiamnya kepada orang lain, ia akan menjadi sangat manis terhadap seorang sahabat layaknya singa yang sangat sayang pada anaknya. Namun, kenyataannya tak ada yang berani bergaul dengan seorang Yang Yoseop sebab seberapa besarpun usaha untuk berteman dengannya namun jika Yoseop tidak menginginkannya maka sia-sia saja. Yoseop sebenarnya tidak ingin bersikap seperti itu dengan orang banyak sebab ia merasa bahwa memang keadaannya di suatu saat akan seperti itu adanya sehingga ia tidak ingin mengambil akibat buruk bagi kehidupannya dan perasaannya.
“ Yoseop`ssyi…..”
Suara itu menghentikan langkah Yoseop untuk masuk ke mobilnya
“ Ada apa lagi ? seru Yoseop berbalik melihat ke sumber suara yang memang tidak asing baginya.
“ Kakakku akan datang besok….! Seru Ji Hyun.
“ Aku tahu….! “ seru Yoseop.
“ Kau harus bertemu dengannya…. ! seru ji Hyun tegas.
“ Aku tidak bisa, kau tahu sendiri baru saja Ayahku meninggal dunia dan perusahaan kini menjadi tanggung jawabku !
“ Ya… itu alas an yang benar… Tapi, Kakak akan pindah disini… Dia mendapat izin dari orangtuaku….! Seru Ji Hyun serius.
“ Sudahlah… Akan ku selesaikan sendiri masalahku, kau urus saja dirimu sendiri…! Seru Yoseop lebih mendekat pada Ji Hyun.
“Aku pergi….! “ Seru Yoseop lalu masuk ke mobilnya meninggalkan Ji Hyun yang hanya melihatnya aneh.
“ Setidaknya… telah kuberitahu,,, siapkan saja peluru ampuhmu…..!!! gumam Ji Hyun dan kembali ke kelasnya untuk tidur.

Dengan segera Yoseop menambah kecepatan mobilnya menuju sebuah tempat, Yoseop memasuki sebuah halaman yang luas dengan gerbang yang tinggi, pintu itu terbuka seketika dan Yoseop langsung memarkirkan mobilnya. Yoseop terus berpikir yang dikatakan Yoon Ji Hyun, setelah sekian lama semenjak kejadian antara Ji hyun dan dirinya sendiri, kini Ji hyun akhirnya berbicara padanya yang dikarenakan tidak lain mengkhawatirkan akan terulangnya hal yang menyakitkan untuk mereka sendiri. Yoseop menjadi bimbang akan keputusannya ini, sikap Ji Hyun  yang baru saja seolah menunjukkan bahwa ia masih sangat mengkhawatirkan hubungan mereka.
!@#$%^&*()_+
Yoseop kini telah berada di bandara Incheon, tidak lama lagi ia akan meninggalkan Seoul dan mungkin ia  tidak ingin kembali lagi, terlintas dipikirannya akan hal seperti itu. Ketika Yoseop tengah duduk di kursi tunggu bandara, seseorang datang menghampiri Yoseop. Seorang yang ternyata kunci dari permasalahan yang kini membuat fikiran Yoseop semakin lebih runyam.
“ Kau menjemputku ? “ ( seru Yoon Do Joon, Kakak Yoon Ji Hyun )
Yoseop menengok kea rah sumber suara itu, dan ia yakin bahwa itu memang Yoon Do Joon.
“ Aku turut berduka atas meninggalnya Ayahmu…!! ( seru Do Joon sambil ikut duduk disamping Yoseop )
“ Dari mana kau tahu bahwa Ayahku meninggal Dunia ? ( Tanya Yoseop serius )
“ Astaga… anak ini…! ( gumam Do Joon sambil mendorong kepala Yoseop )
“ Yaaa,,, kenapa begini ? ( seru Yoseop )
“ Nama Ayahmu terkenal di Prancis… hanya saja anaknya yang bodoh kenapa bisa meniru Ayahnya yang sukses ? ( gumam Do Joon )
“ Yoon Do Joon… Aku kesini bukan untuk menjemputmu…! Aku akan ke Jepang hari ini ! ( seru Yoseop mencoba serius )
“ Waah… Kau sudah dewasa….! ( seru Do Joon lagi sambil menarik kepala Yoseop )
“ Do Joon…….
Belum selesai ucapan Yoseop tiba-tiba Yoon Ji Hyun yang masih mengenakan seragam sekolahnya datang menyadarkan mereka.
“ Hyung... Aku datang menjemput…! (seru Ji Hyun )
“ Astaga… Kakak marah padamu karena kedatangan Kakak hanya karena mengurusmu yang kini dalam hukuman..! Bukankah kau berjanji pada kakak bahwa jika kakak setuju kau akan menjadi siswi terbaik di sekolah !!!! Kau…
“ Apakah kita berkumpul disini untuk menyelesaikan sebuah masalah ? Jika tidak… ayo bicara saja di rumah…! Seru Ji Hyun sambil berjalan meninggalkan Do Joon dengan omelannya.
Perkataan itu sekali lagi membuat Yoseop tersadar akan kesalahannya. Seolah, perasaannya akan kembali merasakan dan membawanya ke waktu yang dulu.
“ Do Joon… sebaiknya kau dengarkan kata adikmu…! Kau tahu sendiri maksudnya…. Aku juga tidak ingin menipu diri sendiri atas apa yang telah terjadi….! Aku hanya ingin memberi tahumu bahwa selama ini semenjak kau tidak ada… Aku masih menepati janjiku, Ji Hyun bahkan tidak pernah berbicra padaku sedikitpun….! Mungkin dengan kedatanganmu semua akan bisa terselesaikan… dan aku akan pergi.
“ Yang Yoseop…. Aku tahu, aku sadar, dan aku paham akan perasaan adikku itu…. Hanya saja, kau masih belum memahaminya….! Seru Do joon lalu pergi meninggalkan Yoseop.
Yoseop kembali kalut dan hanya bisa menghela nafas terus menerus. Ia tak mampu lagi memikiran apa yang ingin dipikirkannya. Hingga pesawat Yoseop lepas landas ia masih terduduk di kursinya. Ia berpikir panjang dan akhirnya bangkit dari kursinya dengan perasaan tak yakin. Ia melangkah dengan tidak pasti. Tiba-tiba seseorang berjas datang menghampiri Yoseop.
“ Pesawat Anda telah siap Pak…” seru pria setengah tua berkacamata
“ ( Yoseop tersenyum manis ) Baiklah… tapi, jangan memanggilku Pak aku masih sangat muda dan belum mempunyai seorang istri… jika seseorang gadis cantik yang mendengarnya mungkin ia takkan tertarik lagi padaku Paman….. “ jelas Yoseop panjang lebar
“ Baik tuan muda….
“ Dan jangan panggil aku tuan… Jika gadis cantik mendengarnya mungkin saja ia bukannya mencintaiku tetapi mencintai uangku….” Seru Yoseop lagi
“ Anggap saja aku Anakmu… atau panggil saja namaku…” sambung Yoseop pelan sambil tersenyum
“ (  Tertawa kecil ) Anda memiliki sifat yang sama dengan Ayah anda…..” seru Pria tua itu sambil menepuk bahu Yoseop
“ Baiklah Paman Choi… aku sudah memutuskannya, ketika aku kembali kesini nanti… Aku akan menjadi seperti yang Ayah inginkan…”
“ ( Tersenyum ) Kau memang anak yang baik…..
                Yoseop melangkahkan kaki mengikuti Paman Choi, ia melangkah dengan pasti meskipun meninggalkan begitu banyaknya beban pikiran yang menghantuinya. Paman Choi mengantar Yoseop menuju ke sebuah pesawat, itu adalah pesawat pribadi milik ayahnya.
“ Paman.. jika aku tahu pesawat ayah seluas ini… akan aku bawa semua teman sekolahku” seru Yoseop sambil duduk di kursinya
“ Sudahlah… Kau jangan merasa sepi…. Paman disini mewakili teman-teman sekolahmu… Hanya saja umur paman tidak setuju dengan Paman….” Seru Paman Choi tersenyum bijak
“ Paman… ketika aku bekerja… aku tidak ingin memakai Jas seprti Paman, apalagi Ayah dan teman-temannya, siapkan saja pakaian yang sopan tapi sesuai denganku seperti pakaian yang bisa dipakai ketika berkencan dengan seorang gadis namun bisa  dipakai pula ketika berkencan dengan Paman…” seru Yoseop lagi sambil memakaikan headset ketelinganya
“ Ia nak… duduklah yang tenang….” Seru paman Choi dan ikut duduk dikursi sebelah yoseop
Tak perlu waktu lama, Yoseop telah berada di Prancis. Ia datang dengan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar