this is my Karangan...
cast
Yang
Yo Seob
Yoon Ji Hyun
Yoon Do
Joon
Yong Jun Hyung
Son
Dong Woon
“ selamat membaca “
~^_^~
Pagi dengan
matahari bersinar cerah seolah tersenyum lebar menatap hari yang panjang di
muka bumi. Jalan sudah sedikit sunyi dari keramaian anak sekolah tertinggal
beberapa dari mereka yang terlihat raut wajah kusut dan berantakan dan beberapa
orang yang terlihat rapi dengan jasnya siap menuju ke kantor untuk bekerja
memenuhi kebutuhan hari biasanya. Suasana jalan menjadi ramai dengan suara
dering bel sepeda yang terus berdering membuat orang-orang di jalan tersebut
berhamburan, itu adalah Yoon Ji hyun. Seperti biasa di setiap minggunya dia
akan terlambat ke sekolah, dengan semangat berapi-api Ji Hyun memacu sepedanya
dengan tak karuan. Di pikirannya yang ada hanya tayangan Film yang ditontonya
semalaman sehingga membuatnya tak tenang tidur memikirkan akhir dari ceritanya.
Tepat di depan gerbang sekolah Ji
Hyun menghentikan sepedanya yang hampir saja menabrak pagar sekolah tersebut.
“ Ayolah… jangan hari ini ? Aku
sedang tidak serius “ ( seru Ji Hyun pelan sambil menggigit bibirnya dan
menatap pintu gerbang yang telah tertutup rapat di hadapannya )
Tanpa piker
panjang Ji hyun memutar balik sepedanya dan mengambil jalan sebalikya. Kini Ji
Hyun bertemu sebuah tembok pagar yang tinggi tepat di belakang semak belukar
yang membuat rambutnya bagai sarang burung dengan dedaunan diatasnya. Ji Hyun
langsung saja memanjat pagar tersebut dan akhirnya tanpa susah payah dia telah
berada di kelasnya.
Baru saja Ji
Hyun meletakkan tas diatas mejanya, Guru Lee tiba-tiba masuk mengisi
pelajarannya. Matematika adalah pelajaran kesukaan Ji Hyun, tapi tidak untuk
kali ini, ia merasa lelah dan mengantuk apalagi ia melewatkan sarapan paginya
karena ia bangun terlambat hanya karena menonton film yang ternyata akhirnya
tidak memuaskan bagi Ji Hyun. Memikirkan hal tersebut membuat Ji Hyun semakin
mengantuk saja. Di tatap wajah sahabatnya Min Ji yang berbinar-binar dengan
blossh on yang membuat pipi chubynya ingin di cubit Ji hyun.
“ Kau jangan pernah memberiku
sesuatu yang tidak berguna lagi “ ( seru Ji hyun kepada sahabat sebangkunya itu
yang sedang serius mengikuti pelajaran matematika )
“ Apa ? Blossh on ini baru aku
beli kemarin… Kau mau ? (balas Min Ji
dengan sedikit pelan)
“ ( Membanting kepalanya di meja ) “
“ ( min ji menulis sesuatu di
kertas dan memberikannya pada Ji Hyun ) “
“ hari ini Pak Lee memakai pakaian Cassual kesukaanku… dia terus
menatapku… mungkin karena blossh on dan lipbloom baru ini “ dengan SMILLE lebar
di akhir tulisannya.
“ ( Ji Hyun mencubit pahanya
sendiri ) Kau… nikmati saja harimu !!! “ seru Ji hyun menahan emosi
Tiba-tiba nama Ji hyun disebut
oleh Pak Lee
“ Yoon Ji Hyun… maju kedepan dan
selesaikan soal ini ! “ seru Pak Lee dengan senyum manisnya membuat siswanya
angkat tangan ingin menyelesaikan soal tersebut.
Sebenarnya Ji
Hyun telah paham akan penyelesaian dari soal tersebut namun ia dengan sengaja
membuat pengecualian untuk hari ini, untuk mempersingkat waktu pengajaran Pak
Lee ia dengan suka rela mengatakan tak bisa menjawab hingga akhir dan alhasil
Ji hyun kini berada di luar kelas.
#@$%^&*
“ Hey…. Bangun…. ( seseorang
membangunkan Ji hyun yang tertidur di sebuah ayunan belakang kelasnya )
( Ji hyun tak peduli )
“ Kau di panggil ke kantor Ibu
Park ! Sepertinya kau melewati pagar lagi, padahal aku telah memberitahumu
bahwa ada CCTv di setiap sudutnya, tapi kau tidak menghiraukan kebaikanku…” (
Seru Son Dong Woon kepada Ji hyun yang masih menutup matanya )
“ Baiklah…. Terimaksih…! ( seru
Ji hyun dengan santainya dan bangkit dari duduknya kemudian pergi begitu saja )
“ Dia bahkan tak membuka matanya
di hadapanku ! :P “ gumam Dong Woon sambil ikut berjalan mengikuti Ji hyun
pergi
Dengan santainya
ji hyun berjalan menuju ruangan Ibu Park kepala sekolah Dong San. Ia telah
menyiapkan telinganya dengan mengikat rambutnya yang panjang dengan gelang
karet yang selalu dibawanya. Tepat di belakang Ji hyun Dong woon terus
mengamati tingkah Ji hyun tersebut
seolah berbicara bahwa ia tidak takut kepada siapapun dan mengatakan bahwa “
jangan ganggu hidupku “. Begitulah bayangan Dong woon tersenyum nakal.
“ Kau… berhenti di situ…! ( seru
Ji hyun kearah Dong woon )
“ Apa ? balas Dong woon yang tersadar
dari khayalnya
Ji hyun memandangi Dong woon
dengan sinisnya.
“ Aku hanya memastikan kau sampai
pada Ibu Park …. “ seru Dong woon memberi
alas an.
Tanpa berkata apapun Ji hyun
langsung berbalik dan melangkah membuka pintu yang bertuliskan Ruangan Kepala
Sekolah.
“ Baik… Kau adalah pria posesif
Son Dong Woon ! gumam Dong woon menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak terasa
gatal.
Disaat itu Yo Seop datang dengan
santainya mengikut Dong woon.
“ Aiish… hari ini adalah hari aku
akan terkena serangan jantung ! gumam Dong woon.
“ Apaa ? “ seru Yoseop
“ Ayolah.. kenapa kau tidak masuk
kelas tadi ? dan penampilanmu telah menjawabnya… !! “ seru Dong woon lagi
mengalihkan pembicaraan sambil menatap penampilan Yoseop yang bukannya memakai
seragam malah memakai pakaian santainya.
“ Aku sedang tak ingin masuk
kelas ! “ seru Yoseop santai.
“ baiklah… kau kesini hanya untuk
bilang padaku bahwa kau ingin aku member izin di absenmu ?!! “ jelas dong woon
panjang lebar.
“ Ya.. bisa jadi.. !! seru
Yoseob.
“ Baik…!! Sampai jumpa ! seru
dong woon santai.
“ Beri aku izin 3 hari… hari ini
aku harus ke Jepang…!! “
“ Perjalanan bisnis ? “ tebak
dong woon.
“ Bukan… ini tentang relokasi
studio latihan…!! Jelas Yoseop.
“ Samasaja…..! Apa Ibumu tidak
salah memilih ahli warisnya ? seru Dong woon.
“ Kau….!!!!! Seru Yoseop.
“ Baiklah bawakan aku Yukata
Jepang….!!
“ O.K…!! ( tersenyum manis )
“ Kau tersenyum seperti itu lagi
! gumam Dong woon.
“ Apa ? Kau iri ? merasa
tersaingi ? ( seru Yoseop sambil memasang Aegyo jurus andalannya )
“ Astaga… Hyung~ ingat umur…….!!!
Seru Dong woon sambil melangkah secepat kilat berjalan pergi meninggalkan
Yoseop.
“ Kau….. Dasar anak bayi….!!!
Teriak Yoseop sepanjang teras-teras kelas sehingga wajah dong woon menjadi
memerah.
“ Hyung……… Kau mau ikut Yoon Ji
hyun masuk keruang Kepala Sekolah ? seru Dong woon di ujung teleponnya.
“ Kau mengejekku ?? seru Yoseop
mematikan ponselnya.
“ Mengapa ia harus menyebut nama
Yoon Ji hyun ? seru Yoseop sambil segera beranjak dari tempatnya dan pergi
begitu saja.
Tiba-tiba sebuah pesan singkat
masuk di ponsel Yoseop.
“ Aku memberimu izin seminggu
hyung~…..!!! “
“ Anak ini….! Gumam Yoseop.
Yoseop segera berjalan keluar
dari lingkungan sekolah dengan santainya dia berjalan di tengah-tengah siswa
siswi yang memandanginya seolah menghirup semua pesona Yoseop yang tak ada
habisnya. Dia adalah Yang Yoseop pewaris tunggal Grup Yang serta murid yang
terkenal dengan kenakalannya bagi guru-guru dan pesonanya di kalangan
teman-temannya. Dia tidak memiliki wajah yang terlalu manis atau tampan tapi
Baby Face tepatnya setiap yang melihatnya tak akan lupa dengan pesona wajahnya
setiap kali ia berbicara bahkan sedang diam dan cemberut. Disamping sifat
pendiamnya kepada orang lain, ia akan menjadi sangat manis terhadap seorang
sahabat layaknya singa yang sangat sayang pada anaknya. Namun, kenyataannya tak
ada yang berani bergaul dengan seorang Yang Yoseop sebab seberapa besarpun
usaha untuk berteman dengannya namun jika Yoseop tidak menginginkannya maka
sia-sia saja. Yoseop sebenarnya tidak ingin bersikap seperti itu dengan orang
banyak sebab ia merasa bahwa memang keadaannya di suatu saat akan seperti itu
adanya sehingga ia tidak ingin mengambil akibat buruk bagi kehidupannya dan
perasaannya.
“ Yoseop`ssyi…..”
Suara itu menghentikan langkah
Yoseop untuk masuk ke mobilnya
“ Ada apa lagi ? seru Yoseop
berbalik melihat ke sumber suara yang memang tidak asing baginya.
“ Kakakku akan datang besok….!
Seru Ji Hyun.
“ Aku tahu….! “ seru Yoseop.
“ Kau harus bertemu dengannya…. !
seru ji Hyun tegas.
“ Aku tidak bisa, kau tahu
sendiri baru saja Ayahku meninggal dunia dan perusahaan kini menjadi tanggung jawabku
!
“ Ya… itu alas an yang benar…
Tapi, Kakak akan pindah disini… Dia mendapat izin dari orangtuaku….! Seru Ji
Hyun serius.
“ Sudahlah… Akan ku selesaikan
sendiri masalahku, kau urus saja dirimu sendiri…! Seru Yoseop lebih mendekat
pada Ji Hyun.
“Aku pergi….! “ Seru Yoseop lalu
masuk ke mobilnya meninggalkan Ji Hyun yang hanya melihatnya aneh.
“ Setidaknya… telah kuberitahu,,,
siapkan saja peluru ampuhmu…..!!! gumam Ji Hyun dan kembali ke kelasnya untuk
tidur.
Dengan segera Yoseop menambah
kecepatan mobilnya menuju sebuah tempat, Yoseop memasuki sebuah halaman yang
luas dengan gerbang yang tinggi, pintu itu terbuka seketika dan Yoseop langsung
memarkirkan mobilnya. Yoseop terus berpikir yang dikatakan Yoon Ji Hyun, setelah
sekian lama semenjak kejadian antara Ji hyun dan dirinya sendiri, kini Ji hyun
akhirnya berbicara padanya yang dikarenakan tidak lain mengkhawatirkan akan
terulangnya hal yang menyakitkan untuk mereka sendiri. Yoseop menjadi bimbang
akan keputusannya ini, sikap Ji Hyun
yang baru saja seolah menunjukkan bahwa ia masih sangat mengkhawatirkan
hubungan mereka.
!@#$%^&*()_+
Yoseop kini telah berada di
bandara Incheon, tidak lama lagi ia akan meninggalkan Seoul dan mungkin ia tidak ingin kembali lagi, terlintas
dipikirannya akan hal seperti itu. Ketika Yoseop tengah duduk di kursi tunggu
bandara, seseorang datang menghampiri Yoseop. Seorang yang ternyata kunci dari
permasalahan yang kini membuat fikiran Yoseop semakin lebih runyam.
“ Kau menjemputku ? “ ( seru Yoon
Do Joon, Kakak Yoon Ji Hyun )
Yoseop menengok kea rah sumber
suara itu, dan ia yakin bahwa itu memang Yoon Do Joon.
“ Aku turut berduka atas
meninggalnya Ayahmu…!! ( seru Do Joon sambil ikut duduk disamping Yoseop )
“ Dari mana kau tahu bahwa Ayahku
meninggal Dunia ? ( Tanya Yoseop serius )
“ Astaga… anak ini…! ( gumam Do
Joon sambil mendorong kepala Yoseop )
“ Yaaa,,, kenapa begini ? ( seru
Yoseop )
“ Nama Ayahmu terkenal di
Prancis… hanya saja anaknya yang bodoh kenapa bisa meniru Ayahnya yang sukses ?
( gumam Do Joon )
“ Yoon Do Joon… Aku kesini bukan
untuk menjemputmu…! Aku akan ke Jepang hari ini ! ( seru Yoseop mencoba serius
)
“ Waah… Kau sudah dewasa….! (
seru Do Joon lagi sambil menarik kepala Yoseop )
“ Do Joon…….
Belum selesai ucapan Yoseop
tiba-tiba Yoon Ji Hyun yang masih mengenakan seragam sekolahnya datang
menyadarkan mereka.
“ Hyung... Aku datang menjemput…!
(seru Ji Hyun )
“ Astaga… Kakak marah padamu
karena kedatangan Kakak hanya karena mengurusmu yang kini dalam hukuman..!
Bukankah kau berjanji pada kakak bahwa jika kakak setuju kau akan menjadi siswi
terbaik di sekolah !!!! Kau…
“ Apakah kita berkumpul disini
untuk menyelesaikan sebuah masalah ? Jika tidak… ayo bicara saja di rumah…!
Seru Ji Hyun sambil berjalan meninggalkan Do Joon dengan omelannya.
Perkataan itu sekali lagi membuat
Yoseop tersadar akan kesalahannya. Seolah, perasaannya akan kembali merasakan
dan membawanya ke waktu yang dulu.
“ Do Joon… sebaiknya kau
dengarkan kata adikmu…! Kau tahu sendiri maksudnya…. Aku juga tidak ingin
menipu diri sendiri atas apa yang telah terjadi….! Aku hanya ingin memberi
tahumu bahwa selama ini semenjak kau tidak ada… Aku masih menepati janjiku, Ji
Hyun bahkan tidak pernah berbicra padaku sedikitpun….! Mungkin dengan
kedatanganmu semua akan bisa terselesaikan… dan aku akan pergi.
“ Yang Yoseop…. Aku tahu, aku
sadar, dan aku paham akan perasaan adikku itu…. Hanya saja, kau masih belum
memahaminya….! Seru Do joon lalu pergi meninggalkan Yoseop.
Yoseop kembali kalut dan hanya
bisa menghela nafas terus menerus. Ia tak mampu lagi memikiran apa yang ingin
dipikirkannya. Hingga pesawat Yoseop lepas landas ia masih terduduk di
kursinya. Ia berpikir panjang dan akhirnya bangkit dari kursinya dengan
perasaan tak yakin. Ia melangkah dengan tidak pasti. Tiba-tiba seseorang berjas
datang menghampiri Yoseop.
“ Pesawat Anda telah siap Pak…”
seru pria setengah tua berkacamata
“ ( Yoseop tersenyum manis )
Baiklah… tapi, jangan memanggilku Pak aku masih sangat muda dan belum mempunyai
seorang istri… jika seseorang gadis cantik yang mendengarnya mungkin ia takkan
tertarik lagi padaku Paman….. “ jelas Yoseop panjang lebar
“ Baik tuan muda….
“ Dan jangan panggil aku tuan…
Jika gadis cantik mendengarnya mungkin saja ia bukannya mencintaiku tetapi
mencintai uangku….” Seru Yoseop lagi
“ Anggap saja aku Anakmu… atau
panggil saja namaku…” sambung Yoseop pelan sambil tersenyum
“ ( Tertawa kecil ) Anda memiliki sifat yang sama
dengan Ayah anda…..” seru Pria tua itu sambil menepuk bahu Yoseop
“ Baiklah Paman Choi… aku sudah
memutuskannya, ketika aku kembali kesini nanti… Aku akan menjadi seperti yang
Ayah inginkan…”
“ ( Tersenyum ) Kau memang anak
yang baik…..
Yoseop
melangkahkan kaki mengikuti Paman Choi, ia melangkah dengan pasti meskipun
meninggalkan begitu banyaknya beban pikiran yang menghantuinya. Paman Choi
mengantar Yoseop menuju ke sebuah pesawat, itu adalah pesawat pribadi milik
ayahnya.
“ Paman.. jika aku tahu pesawat
ayah seluas ini… akan aku bawa semua teman sekolahku” seru Yoseop sambil duduk
di kursinya
“ Sudahlah… Kau jangan merasa
sepi…. Paman disini mewakili teman-teman sekolahmu… Hanya saja umur paman tidak
setuju dengan Paman….” Seru Paman Choi tersenyum bijak
“ Paman… ketika aku bekerja… aku
tidak ingin memakai Jas seprti Paman, apalagi Ayah dan teman-temannya, siapkan
saja pakaian yang sopan tapi sesuai denganku seperti pakaian yang bisa dipakai
ketika berkencan dengan seorang gadis namun bisa dipakai pula ketika berkencan dengan Paman…”
seru Yoseop lagi sambil memakaikan headset ketelinganya
“ Ia nak… duduklah yang tenang….”
Seru paman Choi dan ikut duduk dikursi sebelah yoseop
Tak perlu waktu lama, Yoseop
telah berada di Prancis. Ia datang dengan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar